Minggu, 06 Juli 2014

Juga suka malam

Aku juga suka malam, sama sepertimu....
Saat malam tiba, kenangan saat kita tertawa bersama satu per satu ku ingat. Sahabat, tahukah kamu setiap tawa yang kau tampakkan, hati ini menjadi tenang. Seperti saat malam datang disetiap waktunya. Persahabatan ini bukanlah sekedar pertemanan yang lebih erat didunia, tapi kalian yang akan menemaniku bermain di akhirat kelak. Tapi sekarang imanku sedang rapuh, hatiku sedang futur, yang mengakibatkan kepercayaan kalian sejenak hilang. Ya Rabb maafkan dosa hamba, yang telah membuat sahabat hamba menangis, sampai - sampai menghilang dari semuanya. Wahai sahabat, aku rindu engkau. Engkau yang selalu menampung segala jerit hati ini, engkau yang selalu mempercayai aku, namun aku mengecewakanmu. Sekarang malam menjadi hening, malam tak lagi tenang, malam hanya gelap yang akan berganti pagi. Mungkin kamu butuh waktu untuk sendiri, maafkanlah sahabatmu ini..... Akan kuterima kesendirian ini, hari - hari tanpamu sahabat. Kembalilah segera, buat tawa kita seperti kemarin.

Kamis, 17 April 2014

Fase yang Menjadi Memory

   "Detik - detik untuk menuju ke fase selanjutnya akan dimulai, itu berarti akan ada kenangan yang datang seiring fase baru itu dimulai"

    Berapa manusia yang sudah aku temui selama fase ini berjalan? Berapa banyak likuan yang telah aku lewati hingga aku tiba sampai titik ini? Sebesar apakah angin yang telah membawaku masuk kedalam hidup yang sempurna ini?
    Setapak demi setapak hari yang aku lalui dalam fase ini bersama berbagai karakter manusia. Bahkan terkadang kehidupanku menjadi terbagi menjadi beberapa lapis dalam satu fase ini. Hampir tiga tahun aku hidup seperti ini bersama mereka. Orang - orang sempurna yang belum pernah aku temui sebelumnya. Bahkan aku tidak yakin mereka manusia ataukah malaikat yang menjelma menjadi manusia.
   Kenangan itu bukan hanya pada mereka yang kutemui karena kesempurnaannya. Seiring dengan mereka yang selalu kulihat dengan kesempurnaannya, aku juga bertemu orang yang tidak terlihat sempurna namun pada akhirnya perlahan dia menjadi berlian. Dan ceritaku berawal pada mereka yang sempurna.
   Selalu tertawa, tersenyum, dan berkata "aku nggak papa" kepadaku disaat badai sedang menerjang hidup mereka. Awalnya aku nggak tahu, hidup mereka sesulit ini. Maka dari itu tanpa disadari aku menambah beban mereka. Selalu bertingkah selayaknya hidup adalah sebuah drama didepan mereka. Membawa candaan yang berakhir melukai mereka. Berapa badai yang aku buat kepada mereka sudah tak terhitung lagi.
   Ceritaku dengan tiga anak manusia yang berkembang menjadi banyak manusia. Sepertinya arus kuroshiwa di Jepang tak pernah membawaku bertemu dengan mereka. Ya..ini adalah takdir yang membawaku bertemu mereka. Aku menamai kita FAND, nama yang mereka belum tahu dan entah mereka akan tahu atau tidak. Mungkin ini hanya khayalanku saja tentang PERSAHABATAN kita. Dan menurutku kata yang tepat untuk kita adalah KELUARGA. Kata SAHABAT terlalu berat untuk kita sandang. Karena kita saling menyayangi, membutuhkan, melengkapi, namun tidak bisa memiliki dalam satu hal. Bisa dikatakan itu sebuah "perasaan". Bahkan kata "ya" dan "tidak" pun sulit untuk diucapkan ketika kita sedang membahas tentang "rasa". 
    Aku nggak tahu apakah kesalahpahamanku dengan salah satu dari mereka akan selesai dengan jernih atau tidak. Dan aku juga tidak tahu dua sahabatku yang lain bisa menyelesaikan kesalahpahaman mereka atau tidak, lebih tepatnya tentang perasaan mereka. Semuanya menjadi misteri untuk hari ini, dan menjadi kejutan untuk masa depan. Yang kita tahu sekarang hanyalah menjalani sebuah proses dan memperjuangkan proses itu samapi pada finalnya.
    Terkadang aku bahagia karena mereka sempurna, namun terkadang aku merasa hanya menjadi lumut dikehidupan mereka. Mereka yang selalu menyelesaikan setiap kerikil didalam hidupku, namun sekalipun aku belum pernah membersihkan debu dihidup mereka. Aku menjadi beban yang tersirat untuk mereka, walaupun mereka tak pernah mengatakannya, mata mereka beribcara. Maaf yang selalu aku katakan, tak pernah cukup untuk menghapus kesalahanku kepada mereka. Dan sesekali aku bertanya, apakah mereka pernah menganggapku, seperti aku menganggap mereka?. Sebenarnya pertanyaan ini tak layak aku pertanyakan atas segala kesalahanku kepada mereka.
    Hidup mereka yang jauh penuh dengan batu dan karang yang terjal, namun terlihat seperti jalan tol yang bebas tanpa hambatan. Mereka tutup dengan tawa, mereka hapus dengan canda, dan mereka alihkan dengan doa. Ingin rasanya aku peluk mereka dan berkata aku akan selalu membantu. Namun itu semua takkan terjadi, karena hidup kita tak semudah itu.
   dan ini belum selesai...

  

Selasa, 23 April 2013

Aku Tau Bahwa Kamu Tahu

Aku tau, kamu tau semua tentang perasaan ini.
Perasaan semi jenaka apabila masuk kedalam logika.
Sekarang pertanyaannya, LALU?
Lalu selanjutnya bagaimana?
Apakah masih berlanjut, aku rasa tidak...
Hanya menggenang seperti air got
Apabila dibuang tetap saja kotor,
Apabila tidak dibuang tetap saja seperti itu
Setelah kamu tau, semuanya akan tetap seperti ini
Tidak akan ada penyelesaian, dan tetap ada hati yangberkorban.
Aku berkata pergi, hati masih saja terdiam.
Banyak mangsa didepan, namun kaki tetap saja ditempat


Ingin rasanya menjerit dan memastikan didepanmu, "Ya..aku suka kamu"
Lalu melihat ekspresimu seperti apa?
Aku nggak perlu tahu apa jawabmu, karena aku tahu jawabnya
Hanya ingin melihat mimik wajahmu
Aku lelah selalu memulai perasaan ini lagi
Dan tak pernah berending, hanya air mata yang mewakili
Pembelajaran hidup tentang pahitnya cinta sepertinya telah kurasa semua

Lalu bagaimana setelah ini,
Walaupun semua itu kau dengar dari orang lain
Namun itu semua benar,
Lantas bagaimana aku harus bersikap?
Aku hanya ingin semua kembali seperti semula...


Jumat, 04 Januari 2013

Januari 2010

             Seperti usang diatas dedaunan hijau, walau aku tahu semua ini tak selamanya menjadi usang. Andaikan daun ini bisa memilih, pasti dia tak akan memilih keusangan. Walau aku hanya merasakan, sekejap lalu pergi. Januari 2010, pertama kalinya aku pergi jauh menggunakan bus. sama sekali nggak berminat, namun keadaan mengharuskan. Pukul 14.00 aku tiba diterminal, mengurus pelunasan tiket dan menuggu bus. Tepat pukul 14.30, bus sesuai no plat yang ada di tiket datang.Terlihat sesosok lelaki seumuran denganku sedang melihat luar melalui jendela. Aku nggak begitu peduli, bahkan nggak berniat untuk peduli. Orangnya manis, putih, tingginya seaku waktu itu, berati untuk ukuran cowok nggak terlalu tinggi.
            Setelah semua barang masuk kebagasi bus, akupun masuk kedalam bus. Mencari - cari dimana tempat duduk ini. Dan setelah aku temukan, akupun duduk. Lalu aku menengok ke kiri, dan ternyata ada dia, cowok yang tadi aku lihat. Ibuku hanya tersenyum kepada ibuknya yang duduk bersebelahan dengannya. Ternyata dia sekeluarga, dibelakangnya terdapat bapak beserta kakaknya. Ehm...bus baru beberapa menit berjalan, kakaknya sudah mabuk darat. Ya...otomatis semua jadi sibuk, termasuk dia. Akupun mencoba nggak peduli dan diam, karena sebenernya aku juga mabukan, cuma bedanya aku udah minum antimabuk, jadi aman. Entah GR atau nggak aku merasa dia melihatku, ya...sekali kepergok, dan dia langsung mengalihkan pandangan. Awalnya aku nggak nyaman, tapi lama - kelamaan aku nyaman. Dan mulai percaya akan adanya cinta pada pandangan pertama.
          Semua itu semakin jelas saat malam tiba. Saat aku tidur, tiba - tiba aku merasa ada yang melihat aku. Akupun terbangun namun mata ini masih sayu - sayu. Aku lihat sekeliling, iya...ternyata dia menatapku, tapi aku nggak mau ambil pusing, karena mungkin dia melihat pemandangan sebelah kanan, akupun memejamkan mata sebentar. Dan aku buka mata ini lagi, aku lihat dia lagi, masih sama, melihat kearahku. Mulai saat itu aku berkinginan dan memohon waktu jangan cepat berlalu, dan mungkin aku ingin ada macet saat itu supaya tidak cepat sampai.
           Pagi harinya aku bangun, dan melihatnya, ternyata dia sedang tidur. Ya Allah...sungguh indah, anugerah aku bisa bertemu dengannya, wajahnya yang polos, dan indah. Aku nggak tahu dia kelas berapa dan aku nggak peduli, aku hanya ingin lebih dekat dengannya. Seandainya aku bisa melakukan sesuatu yang aku mau saat itu.
            Tiba saatnya dipulau seberang, hem..nggak kerasa kayaknya dah mau sampai. Tapi tiba - tiba kita diminta turun untuk oper bus yang lain yang satu jurusan. Akhrinya aku turun dan ambil barang dibagasi. Ternyata barangku udah dibawa ama dia, cowok itu tanpa aku minta bantuan, dia udah bantu. Ya Allah..ini membuatku semakin bertanya - tanya apa maksudnya Kau pertemukanku dengan dia.
          Dan aku semakin takjub, dia rela berdiri dan membiarkan keluarganya duduk.Sungguh malaikat tanpa sayap. Ya Allah bolehkah aku memohon dipertemukan lagi dengan dia, dia malaikat itu, bahkan sampai kita ditujuan masing - masing aku belum tahu namanya, tapi kenapa hati ini masih bertanya - tanya "siapa dia ? kenapa harus bertemu dengannya? kalau suatu pertemuan itui ada tujuan, seharusnya cerita ini belu =m selesai, hingga tercapai tujuan kenapa aku bertemu dengannya?". Aku lupa wajahny, aku tak tahu namanya, namun jika aku bertemu dengan malaikat itu lagi, aku akan bilang "terimakasih" dan menyelesaikan tujuan-Mu mempertemukanku dengan dia saat itu. Aku mohon Ya-Allah...temukan ku dengan dia lagi...

Jumat, 26 Oktober 2012

Mereka dan Kalian

       Percaya atau tidak, aku merasa SMA really my life. Semua yang aku kira tidak mungkin, semua terjadi disini. Dibilang sinetron, bisa si...tp nggak lebay banget kayak sinetron. Dan bukan karena menemukan cinta sejati atau yang lainnya, masalah cinta, hati, atau perasaan semua tetap sama, belum happpy ending.
       Tapi ada satu yang berkurang, kesepian..kesepian itu berkurang seiring aku bertemu dengan mereka. Berasa menemukan saudara baru, dan bukan hanya 1, tp sepaket. Mulai dari yang seumuran sampai yang lebih tua. Bukan hanya itu, mereka bermacam - macam dan unik. Membuatku selalu tersenyum, mereka juga mengajarkan kearah yang lebih baik. Hingga sekarang aku sampai seperti ini, jauh lebih baik dari sebelumnya. Dari niat yang hanya asal - asalan, mereka yang menentukan niat sebenernya. Kangen sama semua hari yang selalu bersama mereka. Tapi untuk sekarang mereka sedang meraih cita - citanya masing2, jadi kebersamaan itu hampir luntur. Tak apalah, semua itu demi kebaikan kita semua. Saat bertemu tak pernah kehabisan cerita dan tawa, merasa punya kakak yang sempurna saat mereka ada, merasa punya sahabat yang membuatku lebih baik saat bersama kalian. Mereka dan kalian selalu ada. Terimakasih ya Allah untuk semua ini,,

Senin, 15 Oktober 2012

reMember...

   Ya...faktanya memang dia yang ada disampingmu sekarang. Tapi aku bersyukur pernah dekat denganmu, pernah hadir untukmu, pernah menjadi kepercayaanmu. Meski kamu nggak pernah tau seperti apa orang lapar saat tidak punya makanan, orang haus tidak ada minuman, dan orang tersesat tak ada peta atau kompas. Begitupun rasa bahagia ini, saat rasa ini memuncak, aku tak tahu alasan dan tujuan rasa ini. Begitupun saat aku sedih karenamu, aku juga tidak tahu alasan dan tujuan aku sedih, karena bagiku ketika aku sedih atau gembira karenamu itu hanya aku yang merasakan.
     Betapa bahagianya ku saat hari - hari itu, betapa bahagianya aku saat dibonceng kamu, dan betapa sakitnya aku saat melihat kamu dengannya, hanya aku yang merasakan. Seperti seorang sutradara, aku mengembangkan cerita ini sendiri. Layaknya penulis aku hanya berimajinasi sendiri, dan membuat semua yang terjadi seperti dugaanku sendiri. Perasaan ini terkadang ingin meluap, disaat itulah aku khilaf. Seharusnya tidak seperti itu, seharusnya aku menghargai perasaanmu.
       Tapi aku merasa semenjak kau dekat dengannya, kamu berubah. Ya mungkin aku menilai semua itu dengan perasaanku yang terlibat. Kamu jauh, jauh dari aku maupun temen - temen. Kamu udah nggak bisa konsentrasi lagi, selalu mementingkan perasaanmu. Aku terima dan wajib menerima atas semua kamu rasakan, sekalipun rasa itu bukan untukku. Tapi apakah hanya karena kamu nggak bisa ngendaliin diri sebentar aja, kamu mau pergi dari kita, dan lepas tanggung jawab. Jujur kamu itu hebat, kamu sabar menghadapi kita yang semuanya vokal, kamu hebat, lebih hebat dari siapapun.Tapi kenapa kamu bilang kita nggak percaya lagi sama kamu, dan kamu bilang kita menekan kamu ??, Bukan maksud kita menekan kamu, tapi karena kita percaya dan mau kamu masih ada untuk kita, cuma itu. Tapi kenapa kamu nggak pernah ngerti, ini bukan tentang perasaanku, tapi ini fakta yang ada.
       Mungkin kamu ngerasa aku berubah, lebih diem saat ada kamu, lebih nggak peduli sama semua ini, lebih egois, nggak pernah seperti dulu ramah atau apalah, jujur aku MINTA MAAF, aku minta maaf karena rasa ini juga ikut berbicara, aku minta maaf karena rasa ini adalah sebuah kesalahan, dan aku sadar aku belum bisa profesional. Tapi aku akan coba itu, aku nggak pesimis kayak kamu, apapun resikonya dari itu aku terima. Aku masih terbayang - bayang saat kamu ada buat aku dan teman - teman, saat perasaanku belum ikut bicara, semua mengalir gitu aja, aku, kamu, dan semua temen - temen tertawa lepas. Aku pengen semua itu kembali.
       Terimakasih untuk semua waktu, tenaga, dan pikiran yang kamu korbankan untuk aku dan teman - teman. Maaf kalau selama ini kami merepotkan dan menyinggung perasaan kamu serta merampas HAK - HAK kamu, bukan itu maksud kami. Aku berdoa semoga kamu tahu mana yang terbaik buat kamu dan kita semua. Aku juga nggak tega liat kamu dimarahin ama temen - temen terus karena ketidak konsistenanmu. TAPI cuma 1 yang kita harapkan ke kamu, tetap jaga kepercayaan kita ke kamu, jangan buat semua ini selesai dengan ending yang seperti ini. INGATLAH....komitmen kita diawal, konsekuen dengan pilihan kita. Dan aku tidak akan bilang "this is love, but love never hurt me", kembalilah seperti dulu, aku mohon...

Sabtu, 22 September 2012

fact 4

         Dugaanku benar, memang kau ada hubungan dengan cewek itu. Cewek yang selalu kamu buntuti, dimana ada dia pasti ada kamu. SAHABAT ? apakah sahabat selalu boncengan ? apakah sahabat selalu kekantin bareng ? apakah sahabat selalu suap - suapan ? apakah sahabat selalu ngobrol berdua dan temen yang lain dikacangin ? apakah selalu terjadi pengkhususan disahabat? apakah sahabat selalu menunggu kegiatan sampai pulang? NGGAK, oke kalau sama - sama wanita atau lelaki nggak masalah, itu wajar. Tapi hello....kalian lawan jenis, dan munafik rasanya dengan intensitas bertemu kalian yg sangat banyak namun nggak ada rasa sedikitpun. Sumpah kalian munafik, selalu berkata TIDAK namun iya, sikap kalian yang berbicara. FREAK :x